Dapur Seni Gathering 2016

Usai sudah kegiatan Musyawarah Anggota Dapur Seni Tahun 2016. Kepengurusan & peraturan Dapur Seni pun berubah. Dengan perubahan yang sedemikian rupa, kami berinisiatif untuk bersama-sama mengadakan acara yang bertujuan untuk memperkenalkan, mendekatkan, serta mengeratkan kamunikasi dan hubungan antar seluruh anggota Dapur Seni. Kami sebut acara ini, "Gathering".

Kala itu hari... tanggal... bulan... tahun... Seusai kuliah, sekitar pukul 16.00 wib kami mempersiapkan diri di sekretariat Dapur Seni untuk keberangkatan menuju Villa..., daerah... Mulai dari persiapan pribadi hingga alat-alat masak, perlengkapan untuk bermain serta tak lupa obat-obataan. Seusai sholat Isya, kami mengemasi semua barang ke dalam 2 buah mobil yang kami persiapkan di parkiran lobbi barat FST. Ada sekitar.... (sekitar 27 an) anggota yang berangkat bersama. Tak cukup dengan 2 mobil tersebut, ada beberapa anggota kami yang juga mengggunakan kendaraan bermotor demi menuju ke lokasi. Syukurlah, perjalanan kami lalui tanpa hambatan yang berarti. Namun tidak bagi anggota yang mengendarai motor, karena cuaca kurang bersahabat. Sesampainya kami disana, sekitar pukul 01.00 dinihari, beberapa anggota ada yang langsung tidur dan sisanya bergadang hingga pagi menyapa.

Sabtu pagi, terima kasih untuk divisi konsumsi yang menyiapkan santapan pagi untuk kami semua, hingga rela berangkat saat langit masih gelap untuk berbelanja kebutuhan memasak. Rencana kami setelah sarapan dan bersih-bersih diri ialah menuju ke Cibodas. Ya, mau bermanja-manja dengan air terjun. Sayangnya kami harus menunda rencana tersebut untuk kami lakukan di siang hari, berhubung beberapa anggota senior kami yang baru sampai dan butuh istirahat terlebih dahulu.

Ini dia, tiba kami di Cibodas, 'straight to the point' setelah kami makan siang bersama di taman yang seperti hutan, kami langsung bergegas menyusuri jalan menuju air terjun nan elok parasnya. Ketika itu, cuaca kurang mendukung, mendung, kwmudian gerimis kecil mulai berjatuhan. Kami sempat ragu dan berpikir untuk tidak melanjutkan perjalanan. Namun dengan semangat dan tekad Mas Agie yang menggebu-gebu, kami nekad lanjut hingga akhirnya sampai di tujuan. Menurut Bapak Kuncen air terjun.... (namanya lupa) kondisi di lokasi air terjun saat itu tidak memungkinkan bagi kami untuk bisa jauh lebih dekat lagi. Karena beberapa hari lalu terjadi longsor bebatuan dari atas air terjun. Alhasil, kami hanya bermain air dan berfoto-foto ria bersama. Ketika kami merasa cukup, kami bersiap-siap kembali menuju Villa, membersihkan diri dan beristirahat sejenak.

Tiba malam hari, seusai makan bersama kami beekumpul, bersenda gurau, lalu memainkan permainan yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Aaahhh seru sekali kala itu, hingga kami lupa waktu dan tiba-tiba saja malam sudah begitu larut. Seusai permainan, kami semua berkumpul di taman Villa untuk melepaskan lampion sebagai simbolis puncak acara. Ada 4 lampion yang kami lepaskan. Naasnya satu dari keempat lampion tersebut habis terbakar sebelum sempat melambung tinggi. Kami akhiri malam itu dengan memandang langit dengan sisa 3 lampion berterbangan, sambil mengucap harapan di dalam hati untuk Dapur Seni kami. Kambali kami ke dalam Villa, berbincang-bincang, nyemil dan nobar, hingga satu persatu mulai tumbang. Selamat tidur semuanya...

Minggu pagi, terima kasih kembali untuk divisi konsumsi ?, kami makan bersama dengan lahapnya. Kamudian bersih-bersih diri, mengemasi barang-barang, berfoto bersama, lalu bergegas pulang menuju rumah masing-masing. Tiga hari kami lalui bersama kala itu, merupakan momen yang takkan terlupa. Pasti teringat selalu sebagai sebuah pengalaman, pengetahuan, pelajaran, pengenalan, pandekatan dan masa yang begitu berharga. Kami tak sabar menanti acara Gathering selanjutnya ?. Terima kasih Dapur Seni.