Berawal dari komunitas

Terbentuknya Dapur Seni berawal dari program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, hingga kemudian Dapur Seni berdiri sebagai komunitas pada tanggal 12 Maret 2004. Dapur Seni menaungi 5 jenis kesenian pada awal terbentuknya, divisi tersebut meliputi pencak silat, tilawatil Qur’an, kung fu, karate serta marawis.

Lahirnya Lembaga Semi Otonom Fakultas Sains dan Teknologi

Komunitas Dapur Seni melaksanakan kegiatan Musyawarah Anggota (MUSWA) dengan agenda pembentukan kepengurusan dan meresmikan ketua pertama yaitu Zaini Miftah pada tanggal 12 Oktober 2004, yang kemudian hari itu ditetapkan sebagai hari lahir Dapur Seni.

Resmi sebagai LSO

Peresmian status kelembagaan komunitas Dapur Seni menjadi Lembaga Semi Otonom Fakultas Sains dan Teknologi dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2004 oleh DPMF (yang sekarang SEMA) melalui sidang SMF (Sidang Mahasiswa Fakultas).

Recruitment Cadas Pertama Kali

Roda organisasi Dapur Seni sebagai Lembaga Semi Otonom Fakultas Sains dan Teknologi semakin berkembang pada tahun ini. Recruitment anggota Dapur Seni pertama kali dilakukan pada tahun 2005 sebagai solusi untuk adanya regenerasi kepengurusan Dapur Seni di masa selanjutnya.

Sekretariat Dapur Seni

Dapur Seni juga mendapatkan amanah yaitu adanya Sekretariat untuk menyimpan alat-alat inventaris yang diberikan oleh pihak Fakultas Sains dan Teknologi pada akhir tahun 2005. Pihak fakultas memberikan tanggung jawab kepada LSO Dapur Seni untuk merawat dan mengola alat-alat musik dan mendapatkan izin untuk menyewakan alat-alat tersebut oleh Pak Mukhsin yang pada saat itu menjabat sebagai Kabag Umum Fakultas Sains dan Teknologi. Izin tersebut diberikan dengan tujuan agar ada regenerasi alat untuk alat studio sehingga alat tersebut lebih produktif dan bermanfaat.

Logo dan Theme Song Dapur Seni

Kepengurusan tahun ini juga mempersembahkan Logo Dapur Seni yang diresmikan dalam Musyawarah Anggota oleh Zaini Miftah sebagai pendesain. Theme Song Dapur Seni dibuat oleh Faisal Nurrachman juga sebagai salah satu identitas Dapur Seni.

Lahirnya divisi Visual Art Design dan Sinematografi

Tahun kepengurusan ini roda organisasi LSO Dapur Seni berjalan sesuai dengan peraturan di tahun sebelumnya dan tidak mengalami perubahan birokrasi dengan BEM, DPMF maupun dengan pihak fakultas. Perubahan terjadi pada internal kepengurusan LSO Dapur Seni yaitu dengan adanya penambahan divisi Sinematografi dan divisi Desain Visual. Divisi Desain visual pertama kali melaksanakan pameran yang bertemakan “Stay Green” pada tahun kepengurusan ini.

LSO Terbaik

Tahun kepengurusan ini LSO Dapur Seni mendapatkan penghargaan sebagai LSO terbaik tahun 2009. Dapur Seni mengirimkan 2 band yaitu White Edelweiss dan Pirates Radio untuk mengikuti kontingen dalam kegiatan 1001 band di Taman Mini Indonesia Indah dan masuk sampai ke semi final. Dapur Seni juga menampilkan karya musiknya dalam sebuah kegiatan di Pasific Place, Sudirman, Jakarta.

Layar Kampus dan Pojokustik Pertama

Tahun kepengurusan ini juga pertama kalinya dilakukan pemutaran film dan diskusi film dengan nama kegiatan "Layar Kampus" oleh divisi sinematografi serta pertama kali diselenggarakan kegiatan apresiasi karya musik "Pojokustik".

Music in The Box

Kepengurusan ini Dapur Seni dipimpin oleh Ilham Ramadhani sebagai ketua, pada masa kepengurusan ini dapur seni me-launching sebuah website yaitu dapurseni.com. Tahun 2014 Music in The Box pertama dilaksanakan dengan tema bertajuk "living room" kegiatan ini berupa penampilan karya musik, live recording untuk music dan video dari divisi sinematografi. Divisi desain menjadi pendekorasi panggung dalam kegiatan ini.

“GovARTmen”

Kegiatan lain yang dilakukan yaitu pameran desain yang menggambarkan keadaan pemerintahan Indonesia pada saat ini dengan nama kegiatan “GovARTmen”. Acara ini mampu menarik perhatian luas khususnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

.com menjadi .org

Tahun ini dilakukan peralihan domain website Dapur Seni yang sebelumnya dapurseni.com menjadi dapurseni.org.

D’Expose

Tahun 2014 – 2015 Dapur Seni diketuai oleh Alfiantoro Budi Putranto, sistem yang digunakan serta kegiatan yang dilaksanakan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kepengurusan ini Dapur Seni melaksanakan kegiatan yang mengapresiasi karya seluruh divisi yaitu Dapur Seni Expose (D’Expose) dengan melibatkan seluruh elemen divisi.

Berubahnya LSO menjadi OPK

Dipenghujung tahun 2015 status LSO Dapur Seni diubah menjadi Organisasi Peminatan dan Keilmuan yang sama-sama dibahas dalam Musyawarah Perwakilan Mahasiswa FST (MPMF) pada tanggal 2 – 4 November 2015. Perubahan ini mengacu pada ketentuan dalam AD/ART Organisasi Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang dituangkan dalam Pedoman Organisasi Kemahasiswaan FST yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi serta dengan Ketetapan SEMA FST Nomor 1/TAP/SEMA-FST/XII/2015.

Organisasi Peminatan dan Keilmuan (OPK)

Organisasi Peminatan dan Keilmuan (OPK) Dapur Seni pertama kali diketuai oleh Yannuar Wiby Sudarto sesuai dengan Surat Keputusan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Nomor 15 tahun 2016. Organisasi ini berkoordinasi dengan DEMA FST, SEMA FST serta ketujuh Himpunan Mahasiswa Jurusan yang berada di Fakultas Sains dan Teknologi, dan memiliki garis instruksi langsung dari Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan.